RADENMAS FM

warta anget guyon buket ndangduut banget

  • Banner_radenmas.jpg

Tanggapan Surat Pembaca

Surat Pembaca - Senin, 23 Agustus 2004

logo SUARA MERDEKA

Raden Mas FM Banyumas 105.3 MZ

Dalam persaingan siaran radio swasta khususnya radio FM, sekarang masyarakat cukup selektif dalam memilih dan menikmati program yang disiarkan. Kebetulan Raden Mas FM salah satu radio siaran swasta yang cukup luas jangkauan siarannya dan banyak pendengarnya serta dibarengi program siaran khususnya musik dangdut atau campursari.

Tanggal 26 Juli 2004 sekitar pukul 14.30 WIB dengan siaran campursarinya Didi Kempot yang dipandu penyiar Mbak Kirana, saya sempat kecewa dan tersinggung. Sebab ada suara telepon masuk dari pendengar yang melarang penyiaran tersebut.

Dia minta agar penyiar tidak berincang logat Banyumasan (ngapak-ngapak) dengan alasan "kurang pantas" untuk didengar. Ini salah satu pelecehan budaya bahasa atau logat Banyumasan. Ingat, walau seorang penyiar kebetulan mungkin priyayi Semarang tentu sah-sah saja menggunakan bahan atau logat Banyumasan.

Sadarkah Ibu, Raden Mas FM berada di wilayah Baturaden, Banyumas bukan di Semarang ?. Bravo Raden Mas FM, agar lebih selektif untuk menerima telepon yang menjurus ke hal yang kurang tepat. Saya asli dan tulen wong Semarang yang sudah "Mbanyumasan", tetapi tidak alergi dengan logat Banyumasan.

Ahmad Shodiqi 
Jl Anggrek 21 Rt 5/Rw 7, Cilacap

L:ink : Suara Merdeka ; http://www.suaramerdeka.com/harian/0408/23/opi05.htm

***

CREW RADENMAS FM

  • adm_ita200x160.jpg
  • adm_meggi200x160.jpg
  • dj_dodo200x160.jpg
  • dj_rurun200x160.jpg
  • dj_sri200x160.jpg

EVENT RADENMAS FM